Media Iran FARS News dan media Rusia Sputnik News melaporkan penembakan jatuh pesawat tempur Israel oleh militer Suriah.

FARS News melaporkan, Sabtu (20 Agustus), insiden penembakan itu terjadi hari Jumat (19 Agustus) di Al-Quneitra, Suriah selatan. Pesawat Israel itu ditembak saat tengah melakukan aksi militer di wilayah udara Suriah dengan menyerang pangkalan militer Suriah di Khan Al-Shei, Provinsi Damaskus dan di Al-Quneitra. Sebelumnya pada hari yang sama Israel juga menyerang Dataran Golan.

Pangkalan militer Suriah yang diserang Israel itu tengah dalam pengepungan pemberontak dari kelompok Ajnad al-Sham dan Jeish al-Islam.

Tidak ada keterangan lebih rinci tentang jenis pesawat yang ditembak tersebut dan nasib pilot Israel serta pesawatnya. Hanya disebutkan pesawat itu menerobos wilayah Suriah melalui Dataran Golan pada Kamis malam (18 Agustus). 

Laporan itu juga tidak menyebutkan jenis rudal yang berhasil menjatuhkan pesawat Israel itu. Laporan hanya menyebutkan kemungkinan rudal itu adalah SAM-5 yang ditempatkan di pangkalan militer Divisi 150 Suriah di Suweida. Juga tidak disebutkan pernyataan otoritas Suriah dan Israel tentang insiden ini.

Laporan ini diulang oleh Sputnik News dua hari kemudian (Senin 22 Agustus). Veterans Today juga memberitakan insiden ini hari ini (27 Agustus)

(indonesiafreepress/cahyo-adiputroblogspot)




Setidaknya sembilan tank tambahan Turki memasuki Suriah utara pada Kamis (25/8/2016) sebagai bagian dari sebuah operasi yang ditujukan untuk mengusir ISIS dari daerah perbatasan sekitar Jarablus, lansir Reuters.

Seorang pejabat Turki mengatakan bahwa sekarang lebih dari 20 tank Turki sudah berada di dalam wilayah Suriah dan tank tambahan dan mesin konstruksi akan dikirim sesuai dengan yang diperlukan.

“Kita perlu mesin konstruksi untuk membuka jalan… dan kita mungkin membutuhkan lebih banyak lagi di masa mendatang. Kami juga memiliki pengangkut personel lapis baja yang dapat digunakan di sisi Suriah,” kata pejabat itu.

Penamhan tank itu adalah bagian dari “Operasi Efrat Shield”, dimana pemberontak Suriah yang didukung oleh pasukan khusus Turki, tank, dan pesawat tempur pada Rabu (24/8) memasuki Jarablus, salah satu benteng terakhir ISIS di perbatasan Turki-Suriah. Ini adalah serangan besar pertama Turki yang didukung AS.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Rabu bahwa ISIS telah diusir dari kota Jarablus dan sekarang dikuasai oleh para pemberontak Suriah. Dia mengatakan operasi itu menargetkan ISIS dan milisi YPG Kurdi. (fath/arrahmah.com)


Sebuah aksi unik dilakukan oleh anak-anak Aleppo, baru-baru ini. Mereka tidak ingin kotanya terus menerus dibombardir oleh pesawat tempur Rusia dan pasukan Bashar Assad.

Sebuah “strategi” baru ditemukan. Anak-anak itu membakar ban-ban bekas di jalanan. Lalu... asap hitam pun mengepul, membumbung ke langit.

Dari atas udara, kepulan asap hitam itu tampak seperti bekas serangan udara.

“Daerah ini baru saja diserang. Kita tak perlu menjatuhkan roket lagi karena hanya akan buang-buang energi. Percuma, mereka sudah terpanggang di bawah sana,” demikian kira-kira kesimpulan pasukan udara yang dikehendaki anak-anak itu.



Video aksi anak-anak membakar ban bekas itu juga dirilis oleh Guardian Wires. Dalam video berdurasi pendek tersebut, terdengar pekikan takbir dari anak-anak Aleppo saat beraksi membakar ban.

Sementara itu, wartawan Suriah Rami Jarrah yang membagikan video aksi anak-anak Aleppo membakar ban, menyertainya dengan permintaan maaf karena menimbulkan efek samping polusi udara. Namun, polusi udara itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan serangan udara pasukan Bashar Assad dan angkatan udara Rusia. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Copyright © Warta Monitor