Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Peran Indonesia


Indonesia merupakan pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional.
Peran Indonesia dalam KAA menggambarkan betapa kuatnya keinginan bangsa kita untuk menggalang kerja sama antar bangsa dalam mencapai kemakmuran.

ARTI PENTING KAA
KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya Asia dan Afrika.
KAA tidak berpihak pada blok manapun atau dikenai dengan istilah Nonblok bertujuan untuk meredan ketegangan dunia.

Bagi Indonesia KAA member dua keuntungan.
  • Pemerintah Indonesia berhasil mencapai kesepakatan mengenai masalah RRC dwi kewarganegaraan. Usai konferensi mereka memiliki dwi kewarganegaraan diharuskan memilih menjadi warga Negara Indonesia atau warga Negara RRC.
  • RI mendapat dukungan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat.
 Konferensi Asia Afrika (KAA) ditutup pada tanggal 24 April 1955. KAA membawa pengaruh atau akibat penting misalnya :

  • Berkurangnya ketegangan dan bahaya pecahnya peperangan yang bersumber dari persengketaan masalah Taiwan antara RRC dengan Amerika Serikat.
  • Perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk mencapai kemerdekaan semakin meningkat. Hal ini terlihat dengan meningkatnya jumlah Negara-negara Asia-Afrika yang merdeka setelah tahun 1955. 
  •  Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Birma, dan Sri Lanka mulai diikuti Negara-negara lain yang tidak termasuk blok barat dan blok timur.

Tidak ada komentar:

Copyright © Warta Monitor